Padang, antanews. Pada acara talk show yang digelar tadi malam (Jum'at, 17 Juni 2022) di Padang TV tokoh PAN sarankan Dodi Hendra mundur dari jabatan Ketua Dewan Kabupaten Solok dan ini saran yang kurang waras demikian sebut Rusman kepada media ini.


Dengan dalih yang kurang masuk akal Zulherman sebut sebaiknya Dodi Hendra menyerahkan ke Partai Gerindra posisi Ketua DPRD Kabupaten Solok demikian yang kita amati saat talk show itu, sebut Rusman.

Menurut Rusman, Zulherman jelas sudah salah sasaran, seharusnya saran seperti itu  ditujukan kepada kalangannya, yaitu kepada Epyardi Asda (Bupati Solok) yang sama-sama berada di PAN.

Dengan dalih menciptakan suasana yang kondusif di Kabupaten Solok, Zulherman terkesan berniat menekan Dodi Hendra dihadapan publik (pemirsa Padang TV), ucap Rusman

Dan pernyataan Zulherman tersebut telah melenceng jauh dari tema diskusi yang membahas "Polemik Ketua DPRD Kab Solok Laporkan Bupati ke KPK", demikian disampaikan Rusman.

Lebih lanjut Rusman menyatakan, dihadapan pemirsa Padang TV, Zulherman terkesan seakan menciptakan jebakan politik kepada Dodi Hendra yang sedang berjuang memberangus dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Solok.

Sebagaimana diketahui, Dodi Hendra telah melaporkan Epyardi Asda ke KPK berdasarkan LHP BPK RI Perwakilan Sumbar.

Dodi Hendra menyampaikan dengan tegas, permasalahan sudah diserahkan sepenuhnya kepada KPK dan enggan membahas secara detail pada diskusi yang digelar Padang TV tersebut.

Jadi sama-sama kita tunggu seperti apa kelanjutannya di KPK demikian sebut Dodi Hendra diakhir diskusi yang bertema Polemik Ketua DPRD Kab. Solok Laporkan Bupati ke KPK" itu. (***)


 
Top